KEASAMAN DAN KEBASAAN SENYAWA
ORGANIK
Sifat
asam dan basa suatu seyawa dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalkan senyawa
asam metanoat dan asam etanoat yang termasuk dalam golongan asam karboksilat
yang keduanya memiliki kekuatan asam yang berbeda. Perhatikan struktur molekul
asam metanoat dan etanoat berikut:
Perbedaan
kekuatan asam dari kedua senyawa diatas dipengaruhi oleh adanya gugus H dan –CH3. Gugus -CH3 pada asam etanoat mempunyai kemampuan
mendorong elektron melalui ikatan sigma (C-C-O-H) sehingga atom O menjadi
relatif negatif, akibatnya atom H sukar lepas sebagai H+, asamnya menjadi lebih lemah. Sedangkan pada asam
metanoat, gugus H lebih sedikit dalam mendonorkan elektronnya melalui ikatan
sigma (C-C-O-H) sehingga kekuatan asamnya lebih lemah daripada asam etanoat. Gugus
-CH3 dikatakan mempunyai efek induksi mendorong
elektron diberi simbol +I.
Efek induktif adalah efek akibat pengaruh gugus atom yang lebih
elektronegatif sepanjang rantai C terhadap perpindahan pasangan elektron
ke arah atom yang bersifat elektronegatif. Sifat induksi terjadi karena adanya perbedaan
keelektronegatifan. Gejala elektrostatik diteruskan melalui rantai
karbon. Efek induksi terdiri atas dua yaitu I+ (pendorong electron)
dan I- (penarik
electron). Menurut konvensi gugus penarik electron yang lebih besar dari hydrogen H
merupakan efek induksi I- sedangkan gugus penarik electron yang
lebih lemah dari hydrogen H merupakan efek induksi I-. Gugus alkyl yang terikat pada gugus
fungsi senyawa organik merupakan gugus pendorong electron, dimana semakin besar
alkyl yang terikat pada gugus fungsi akan mengakibatkan factor I-
semakin besar.
Berikut ini urutan
reaktifitas induksi –I (penarik electron) adalah sebagai berikut:
-Cl > -Br> -I > -OCH3
> -OH > -C6H5 >-CH+CH2 > -H
Perhatikan ketiga senyawa berikut:
Asam (2) dan (3) lebih kuat dibandingkan asam (1)
karena adanya substituen -Cl dan -OH. Substituen -Cl dan -OH mempunyai
kemampuan menarik elektron melalui ikatan sigma (C-C-O-H) sehingga atom O
menjadi relatif positif, akibatnya atom H mudah lepas sebagai H+ dan asamnya menjadi lebih kuat. Gugus -Cl dan
-OH dikatakan mempunyai efek induksi menarik elektron diberi simbol –I.
PERMASALAHAN
Bagaimana hubungan antara teori efek induksi dengan
konsep asam-basa yang umum diketahui seperti konsep asam-basa Arrhenius,
Brosted-Lowry dan Lewis?
Daftar Pustaka:
https://brilliant.org/wiki/inductive-effect-electromeric-efffect-resonance/#inductive-effect


Hallo Kak Febrina, terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab. Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusHallo Kak Febrina, terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab. Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
Hallo Kak Febrina, terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab. Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
Hai kak, terima kasih atas materinya yg sangat bermanfaat.
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Makasih febeh
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Wah terima kasih kak materi nya bermanfaat.
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
Terimakasih kak atas pemaparannya
BalasHapusmenurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
Materinya sangat menarik. Saya akan menjawab pertanyaannya..
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Terimakasih kak atas materinya
BalasHapusmenurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
Hallo Kak Febrina, terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab. Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
Terima kasih atas pemaparannya kak,
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusTerima kasih infonya kak
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Sangat membantu, menurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
BalasHapusTerima kasih kak buat materinya...mau coba jawab yaa kak,menurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
BalasHapusWah terima kasih kak materi nya bermanfaat.
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
menurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapus
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapus
BalasHapusmenurut saya konsep browsted-lowry tidak ada hubungannya dengan efek induksi dalam menentukan sifat asam-basa senyawa. konsep browsted-lowry mengatakan bahwa senyawa yg bersifat asam adalah spesi yang memberikan proton, dan yang basa yang menerima proton. sedangkan efek induksi lebih mengarah pada aliran elektron yang mendorong suatu atom bersifat lebih elektronegatif.
Makasih febeh
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Makasih ya kak :)
BalasHapusmenurut saya konsep browsted-lowry tidak ada hubungannya dengan efek induksi dalam menentukan sifat asam-basa senyawa. konsep browsted-lowry mengatakan bahwa senyawa yg bersifat asam adalah spesi yang memberikan proton, dan yang basa yang menerima proton. sedangkan efek induksi lebih mengarah pada aliran elektron yang mendorong suatu atom bersifat lebih elektronegatif.
Menurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
BalasHapus
BalasHapusmenurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
menurut saya konsep browsted-lowry tidak ada hubungannya dengan efek induksi dalam menentukan sifat asam-basa senyawa. konsep browsted-lowry mengatakan bahwa senyawa yg bersifat asam adalah spesi yang memberikan proton, dan yang basa yang menerima proton. sedangkan efek induksi lebih mengarah pada aliran elektron yang mendorong suatu atom bersifat lebih elektronegatif.
BalasHapusmenurut saya konsep arrhenius berbeda dgn efek induksi dalam menentukan sifat asam dan basa suatu senyawa. hukum arrhenius menentukan sifat senyawa secara umum dimana dikatakan asam jika melepaskan ion H+ setelah dilarutkan dalam air dan dikatakan basa jika melepaskan OH- setelah dilarutkan dalam air. efek induksi menerangkan sebab senyawa lebih asam dari senyawa lain ataupun lebih basa. mungkin ada hubungan antara kedua konsep tersebut dalam menentukan senyawa asam dimana senyawa yg bersifat asam atau lebih asam dapat melepaskan H+. hanya saja efek induksi lebih mendalam dalam menentukan senyawa yang lebig asam dari senyawa lain.
BalasHapusHallo Kak terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab
Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
Saya akan mencoba menjawab
BalasHapusMenurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusMenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusTerimakasih kak atas ilmu yg bermanfaat
BalasHapuskalau menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Terimakasih atas ilmunya, menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusHallo Kak Febrina, terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab. Menurut saya, konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron.
Terimakasih kak atas ilmu yg bermanfaat
BalasHapuskalau menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
Terima kasih kak atas ilmunyaa, menurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapusmenurut saya konsep lewis ada hubungannya dalam efek induksi dalam menentukan senyawa bersifat asam ataupun basa. dimana senyawa lebih bersifat asam dengan semakin banyaknya pasangan elektron yang mendorong atom C sehingga atom O bersifat elektronegatif sehingga sukar H+ lepas dan bersifat lebih basa dengan semakin banyaknya elektron yang ditarik (I-). hal itu sejalan dengan konsep lewis yang menyatakan bahwa senyawa bersifat asam jika ia spesi yang menerima pasangan elektron dan basa jika ia mendonorkan pasangan elektron
BalasHapus